Inovasi Jadi Kunci Ketangguhan Sektor IKFT Menuju Ekonomi 2026

, 30 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Dharma Sakti
Transformasi digital dan inovasi berkelanjutan menjadi pembeda sektor IKFT Indonesia dalam persaingan global.

Jakarta - Kemampuan berinovasi menjadi senjata ampuh sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) dalam menghadapi dinamika pasar global. Berbagai terobosan inovasi baik dalam produk maupun proses produksi berhasil meningkatkan daya saing dan nilai tambah industri. Strategi inovasi yang berkelanjutan ini menjadi kunci dalam mempersiapkan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi 2026.

Inovasi di sektor kimia difokuskan pada pengembangan produk bernilai tinggi. Produk kimia khusus untuk elektronik, otomotif, dan kesehatan berkembang pesat dengan nilai tambah 3-5 kali lipat dibanding produk komoditas. Pengembangan bahan baku dari sumber daya lokal juga menjadi prioritas.

Industri farmasi mengakselerasi inovasi melalui pengembangan bahan baku obat dan produk bioteknologi. Kemampuan produksi vaksin dan produk biologis lainnya semakin matang, mengurangi ketergantungan pada impor. Kolaborasi dengan lembaga penelitian dalam negeri semakin intensif.

Revolusi di industri tekstil ditandai dengan pengembangan tekstil fungsional dan teknis. Produk dengan kemampuan anti-bakteri, UV protection, dan quick drying semakin banyak diproduksi. Adopsi material ramah lingkungan juga menjadi tren positif.

Transformasi digital menjadi tulang punggung peningkatan efisiensi. Penerapan AI untuk predictive maintenance, IoT untuk quality control, dan big data untuk market intelligence semakin umum. Digitalisasi rantai pasok juga meningkatkan ketahanan terhadap guncangan.

Investasi dalam research and development menunjukkan peningkatan yang signifikan. Anggaran R&D perusahaan-perusahaan IKFT tumbuh rata-rata 20% per tahun. Banyak perusahaan yang telah mencapai tingkat pengeluaran R&D 3-5% dari pendapatan.

Perlindungan kekayaan intelektual semakin diperhatikan. Jumlah paten yang diajukan oleh perusahaan IKFT meningkat 45% dalam tiga tahun terakhir. Hal ini menunjukkan kematangan dalam proses inovasi dan keseriusan dalam membangun keunggulan kompetitif.

Kolaborasi triple helix antara pemerintah, industri, dan akademisi semakin solid. Program matching fund untuk penelitian terapan, pembangunan pusat inovasi bersama, dan skmagang di industri menjadi wujud nyata sinergi ini. Hasil penelitian semakin aplikatif dan sesuai kebutuhan industri.

Dengan fondasi inovasi yang kuat, sektor IKFT diproyeksikan tidak hanya menjadi penggerak pertumbuhan tetapi juga pionir transformasi industri Indonesia menuju ekonomi berbasis inovasi pada 2026.

(Dharma Sakti)

Baca Juga: Strategi Jangka Panjang Kementerian PUPR Untuk Pengurangan Risiko Bencana Di Aceh
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.