Geliat Industri Batubara Global Diperkirakan Semakin Menguat Setelah Trump Menandatangani Perintah Eksekutif

Kamis, 10 April 2025

    Bagikan:
Penulis: Samuel Irvanda
(ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc)

Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa (8/4) untuk menandatangani empat perintah eksekutif yang bertujuan meningkatkan produksi batubara di AS diperkirakan akan memicu kebangkitan industri batubara di tingkat global.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep), Bisman Bakhtiar, menyatakan bahwa langkah Trump terkait batubara ini dapat memengaruhi pandangan dunia mengenai transisi energi serta posisi strategis batubara sebagai sumber energi yang krusial.

"Langkah ini berpotensi menjadi pendorong bagi industri batubara yang belakangan ini mengalami penurunan akibat berbagai masalah kebijakan dan tekanan harga global yang tidak menguntungkan," jelas Bisman saat dihubungi pada Kamis (10/04).

Ia menyatakan bahwa dengan langkah ini, Amerika Serikat sebagai negara besar semakin menunjukkan dukungannya terhadap batubara, sehingga menimbulkan keraguan terhadap komitmennya dalam transisi menuju energi bersih.

"Selain itu, batubara yang sebelumnya mengalami penurunan dan perlahan-lahan harus ditinggalkan akibat kebijakan global terkait transisi energi, kini kembali mendapatkan perhatian," ujarnya.

Lebih lanjut, Bisman menjelaskan bahwa keputusan ini dapat berdampak pada harga batubara di pasar global dalam jangka panjang.

Bagi Indonesia, kebijakan ini membuka peluang untuk meningkatkan ekspor batubara ke AS. Namun, saat ini volume ekspor masih tergolong kecil karena terhambat oleh tingginya biaya logistik dan transportasi.

"Pelaku usaha dan pemerintah harus memanfaatkan momentum ini untuk memperluas akses pasar di AS," tambahnya.

Perlu dicatat bahwa perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Trump mengenai industri batubara berkaitan erat dengan penolakannya terhadap kebijakan yang diterapkan oleh presiden AS sebelumnya, Joe Biden.

Trump menuduh Biden dan Partai Demokrat di Kongres berusaha untuk menghapuskan industri batubara di Amerika selama empat tahun terakhir.

“Agenda hijau yang diusung oleh Demokrat telah menghancurkan lapangan kerja dan menyebabkan lonjakan harga di AS. Sementara itu, China terus membuka dua pembangkit listrik tenaga batu bara setiap minggu, dan negara-negara lain juga kembali beralih ke batu bara dengan sangat agresif,” ujarnya seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada Kamis (10/04).

Trump menjelaskan bahwa melalui perintah eksekutif ini, pihaknya akan mengurangi regulasi yang dianggap tidak perlu dan selama ini menyasar industri batubara.

"Kami akan mempercepat proses pemberian izin sewa tambang batu bara di lahan federal dan menyederhanakan prosedur perizinannya," tambahnya.

(Samuel Irvanda)

Baca Juga: Kebijakan Hijau Bahlil: Restrukturisasi Sektor Pertambangan Nasional
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.