Berita Terkini Mengenai Potensi Lithium Dan Nikel Di Grobogan

Selasa, 25 Maret 2025

    Bagikan:
Penulis: Samuel Irvanda
(Murianews/Saiful Anwar)

Tahun lalu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melakukan pemasangan alat pengukuran untuk menyelidiki potensi lithium dan nikel di beberapa lokasi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Dikabarkan, puluhan desa dari lima kecamatan telah dipasangi alat tersebut. Lalu, bagaimana perkembangan terkini mengenai hal ini?

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Grobogan, Afi Wildani, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima hasil dari penyelidikan tersebut.

Namun, berdasarkan informasi terakhir yang diterimanya, akan ada kelanjutan jika hasil penyelidikan menunjukkan potensi yang baik.

"Sampai saat ini, kami belum mendapatkan materinya. Informasi terakhir menyebutkan bahwa jika kandungannya tinggi, akan ada eksplorasi lebih lanjut," jelasnya pada Sabtu (22/3/2025).

Afi menambahkan bahwa ia belum dapat memberikan banyak informasi mengenai potensi lithium atau nikel di daerah Bledug Kuwu dan desa-desa lainnya.

Untuk mendapatkan kejelasan mengenai hasil penyelidikan, pihaknya berencana mengundang Badan Geologi sebagai narasumber. Rencana ini, menurutnya, akan dilaksanakan paling cepat setelah Lebaran.

"Kami akan menjadwalkan mereka sebagai narasumber untuk mengetahui kandungan tersebut. Isu terakhir adalah nikel, dan prioritas kami masih pada nikel. Kami juga masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat," tambahnya.

Tahun lalu, tim teknis dari Badan Geologi Kementerian ESDM telah melakukan pemasangan alat pengukuran geofisika untuk penelitian lithium di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pemasangan ini dilakukan di puluhan desa yang tersebar di lima kecamatan.

Ketua Tim Bidang Mineral PSDMBP Badan Geologi Kementerian ESDM, Awaludin, menjelaskan bahwa terdapat beberapa metode geofisika yang diterapkan dalam pengukuran ini, antara lain ground magnetic, gravity, magnetotelluric, IP-resistivity, self-potential, dan passive seismic.

Penyelidikan umum ini merupakan kelanjutan dari studi lithium brine yang dimulai pada tahun 2023 di daerah Bledug Kuwu, Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan.

(Samuel Irvanda)

Baca Juga: Kebijakan Hijau Bahlil: Restrukturisasi Sektor Pertambangan Nasional
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.