KAI Logistik Menyatakan Bahwa Batu Bara Mendominasi Sektor Angkutan Pada Triwulan III

Jumat, 11 Oktober 2024

    Bagikan:
Penulis: Samuel Irvanda
(Gamabr: ANTARA/HO-Humas KAI Logistik)

KAI Logistik melaporkan bahwa batu bara menyumbang 90 persen dari total volume angkutan barang yang mencapai 7.619.168 ton hingga Triwulan III 2024.

"Pada triwulan ketiga, KAI Logistik berhasil mencatatkan volume angkutan sebesar 7.619.168 ton hingga akhir September," ungkap Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah, dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan bahwa KAI Logistik, sebagai anak perusahaan KAI, semakin memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan logistik di Indonesia.

Pada triwulan ketiga 2024, KAI Logistik mencatat pertumbuhan yang signifikan dengan peningkatan volume angkutan sebesar 26 persen dibandingkan dengan rata-rata triwulan sebelumnya, mencakup berbagai segmen produk seperti KAI Logistik, Express, KAI Logistik Plus, dan KAI Logistik Pro.

"Peningkatan kinerja yang signifikan ini tentunya didorong oleh performa yang kuat dari beberapa segmen bisnis perusahaan," jelasnya.

Namun, Fredi tidak mengungkapkan jumlah volume angkutan pada periode yang sama di tahun 2023.

Pada triwulan ketiga tahun 2024, Fredi mengungkapkan bahwa segmen bisnis angkutan batu bara di Sumatra Selatan mendominasi, berkontribusi sebesar 90 persen dari total volume angkutan, yang setara dengan sekitar 6,8 juta ton.

Di samping itu, segmen angkutan kontainer mencatatkan volume sebesar 589.500 ton, angkutan non kontainer mencapai 134.366 ton, dan layanan kurir berkontribusi sebesar 17.013 ton.

Fredi menegaskan bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan logistik yang ditawarkan.

"Kinerja ini adalah hasil dari upaya intensif kami dalam menyediakan solusi logistik yang terintegrasi dan inovatif, sejalan dengan visi kami untuk menjadi penyedia solusi logistik total," jelas Fredi.

Lebih lanjut, Fredi menyatakan bahwa selama triwulan ini, KAI Logistik telah mengambil berbagai langkah strategis, termasuk pengembangan segmen KAI Logistik Plus sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan.

Perusahaan telah mengambil langkah strategis dengan meningkatkan kapasitas angkut kontainer dari 20 GD menjadi 30 GD untuk rute Klari, Karawang menuju Semarang dan Surabaya PP (pergi-pulang), ungkapnya.

Langkah ini bertujuan untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan pelanggan dalam mempercepat proses distribusi di kawasan industri yang strategis.

Dengan peningkatan kapasitas ini, perusahaan dapat mengakomodasi pengiriman kontainer sebanyak 60 Teus atau setara dengan 1.080 ton dalam satu perjalanan.

Selain itu, ia menambahkan, KAI Logistik juga memperkuat operasionalnya melalui penerapan teknologi informasi, khususnya digitalisasi, untuk mendukung proses bisnis layanan dengan menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Ia berharap bahwa inovasi ini dapat menjadi solusi yang efektif dalam mengoptimalkan proses Supply Chain Management (SCM).

"Implementasi RFID ini akan dilakukan secara bertahap, dengan target pemasangan tag RFID pada lebih dari 2.000 kontainer di Pulau Jawa dan Sumatera," jelas Fredi.

(Samuel Irvanda)

Baca Juga: Kebijakan Hijau Bahlil: Restrukturisasi Sektor Pertambangan Nasional
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.