Menteri Komunikasi Dan Informatika Mendorong Transformasi Digital Di Sektor Manufaktur Dan Pertambangan

, 15 September 2024

    Bagikan:
Penulis: Samuel Irvanda
(Foto: Kominfo)

Selama sepuluh tahun terakhir, perkembangan teknologi digital dan proses digitalisasi semakin pesat di berbagai bidang. Tercatat 220 juta penduduk Indonesia aktif mengakses internet. Indeks Kesiapan Jaringan Telekomunikasi Indonesia berada di posisi ke-11 di kawasan Asia Pasifik, terutama dalam aspek teknologi.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan peningkatan adopsi teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari serta masa depan bangsa. 

“Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami kemajuan yang signifikan di bidang digital. Negara ini memasuki fase baru dalam transformasi digital yang menjanjikan masa depan yang cerah bagi perekonomian nasional,” jelasnya dalam acara Digital Nation Summit yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Kamis, 12 September 2024.

Budi menyatakan bahwa digitalisasi memiliki potensi yang signifikan untuk meningkatkan efisiensi operasional serta produktivitas di sektor-sektor penting seperti manufaktur dan pertambangan. Ia menambahkan, "Transformasi digital akan berkontribusi dalam mengurangi dampak lingkungan dan memberikan keuntungan besar bagi perekonomian kita di kedua sektor tersebut."

Sehubungan dengan hal ini, Pemerintah bertekad untuk memastikan akses internet yang lebih cepat dan merata melalui pemasangan kabel serat optik dan koneksi satelit, guna mengatasi kesenjangan digital di seluruh wilayah Indonesia.

"Indeks Kesiapan Jaringan Telekomunikasi menunjukkan kemajuan dalam penyebaran jaringan seluler 2G dan 4G yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia," ungkap Menkominfo.

Budi menegaskan komitmen Kementerian Kominfo untuk mewujudkan transformasi digital dan mencapai Visi Indonesia Digital 2045. Upaya ini dilakukan dengan mendorong seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan infrastruktur digital serta peningkatan keterampilan digital.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, kita dapat menempatkan Indonesia sebagai negara yang kompetitif dalam bidang manufaktur dan pertambangan di panggung global, ungkapnya. 

Menteri Komunikasi dan Informatika berharap Digital Nation Summit 2024 akan menjadi titik awal untuk mengeksplorasi potensi transformasi digital dalam sektor manufaktur dan pertambangan. Menteri Budi Arie juga mengajak semua pihak terkait untuk berkontribusi dalam diskusi yang konstruktif dan bermakna.

“Dengan kolaborasi, kita dapat memastikan bahwa industri manufaktur dan pertambangan Indonesia berada di garis depan dalam kemajuan teknologi dan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Digital Nation Summit 2024 menyediakan platform untuk diskusi dan partisipasi pemangku kepentingan regional dalam memajukan teknologi seluler untuk pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Pada tahun ini, pertemuan ini secara khusus membahas masa depan transformasi digital di sektor manufaktur dan pertambangan. Diharapkan teknologi canggih dapat merevolusi industri dan menciptakan peluang baru di era digital.

Dalam acara tersebut, Budi didampingi oleh Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika dari Kementerian Kominfo, serta Mulyadi, Direktur Standardisasi Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo. 

Hadir pula Julian Gorman, Head of APAC GSMA, Muhammad Buldansyah, Chief Business Officer IOH, Tony Wijaya, CEO Enterprise Business Smartfren, Indra Mardiatna, Director of Network Telkomsel, Tri Wahyuningsih, Group Head of Enterprise Product Marketing XL Axiata, dan Krishna Patil, President Director Ericsson Indonesia. 

Diharapkan dengan inisiatif ini, Indonesia dapat semakin berkembang dan bertransformasi secara digital. Jangan lupa untuk #SeptemberFullSenyum.

(Samuel Irvanda)

Baca Juga: Kebijakan Hijau Bahlil: Restrukturisasi Sektor Pertambangan Nasional
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.