Kecelakaan Beruntun Disebabkan Oleh Seorang Perwira Polisi Yang Berada Di Bawah Pengaruh Alkohol, Mengakibatkan Korban Jiwa

Selasa, 20 Mei 2025

    Bagikan:
Penulis: Chairil Khalis
(REUTERS/ROGAN WARD)

Kecelakaan beruntun yang disebabkan oleh pengemudi yang berada di bawah pengaruh alkohol kembali terjadi. Kali ini, insiden tersebut melibatkan seorang perwira kepolisian yang juga mengonsumsi alkohol. Insiden ini berlangsung di Kamboja pada hari Kamis, 15 Mei 2025. Saat itu, pejabat senior kepolisian yang menjabat sebagai Kepala Kantor Logistik di Kepolisian Kota Phnom Penh, Hun Heng, menabrakkan kendaraan Lexus RX400 miliknya ke beberapa sepeda motor dan mobil lainnya di siang hari. Akibat dari insiden ini, seorang pria bernama Rien Sopheurn berusia 49 tahun kehilangan nyawanya, sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Rekaman dari kamera dasbor pengemudi lain menunjukkan SUV tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, dengan suara ban yang berdecit, sementara helm yang diduga milik pengendara sepeda motor yang tertabrak meluncur di jalan. SUV itu kemudian menabrak tuktuk dan bertabrakan dengan kendaraan lain sebelum berbelok ke kanan, menabrak pohon di trotoar dan akhirnya berhenti. Putri korban, yang dikenal melalui akun Facebook-nya sebagai Da Molika, mengunggah permohonan kepada Perdana Menteri Hun Manet, meminta keadilan dan hukuman berat bagi pelaku. Juru bicara Kepolisian Kota Phnom Penh, Sam Vicheka, menyatakan kepada media lokal pada malam hari bahwa tersangka telah ditangkap karena mengemudi secara sembrono dan dalam keadaan mabuk, dengan kadar alkohol dalam darah (Blood Alcohol Concentration/BAC) sebesar 0,45 mg, yang setara dengan 0,45% alkohol per desiliter darah. Kadar alkohol ini berpotensi menyebabkan kejadian fatal. Namun, keesokan harinya, media dan tim tanggap cepat kepolisian mengumumkan di Facebook bahwa kadar alkohol dalam darah Hun Heng adalah 0,35 mg, yang menimbulkan kecurigaan mengenai data tersebut dan penanganan kasus Hun Heng. Video dramatis dari kamera dasbor tersebut menjadi viral di Kamboja dan menyentuh hati banyak netizen. Kisah video RFA Khmer tentang kecelakaan ini menarik perhatian dengan 3,5 juta penayangan dalam waktu 18 jam, serta 2.800 komentar. "Petugas yang mengemudi dalam keadaan mabuk dan menyebabkan insiden seperti ini harus dipecat dari kepolisian dan dipenjara seumur hidup," tulis seorang netizen bernama Setha Pell.

Konsumsi alkohol dapat merusak kehidupan orang lain dan menurunkan moral. Bertindak sembarangan, bukan menegakkan hukum," ungkap komentar dari netizen bernama Phavuth Chhun. Sek Socheat, penasihat dalam pengembangan kebijakan dan penelitian, menyampaikan keprihatinan bahwa revisi mengenai pengukuran kadar alkohol dalam darah mungkin tidak adil, terutama karena tersangka adalah seorang anggota kepolisian. Socheat juga mengingatkan bahwa tanpa pengawasan yang ketat terhadap kasus ini, penegakan hukum di tingkat bawah mungkin akan bersikap lemah atau tidak objektif. "Apabila masih terdapat standar ganda dalam penegakan hukum seperti ini, maka penegakan hukum di Kamboja akan terus memburuk, dan masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaan," ujar Socheat kepada RFA.

(Chairil Khalis)

Baca Juga: Potensi Bencana Meningkat, BMKG Imbau Warga Aceh-Sumut-Sumbar Waspada
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.