Bupati Raja Ampat, Papua Barat Daya, Orideko Burdam menyatakan bahwa arah dan prioritas pembangunan di kawasan Raja Ampat adalah pengembangan pariwisata, bukan pertambangan nikel.
"Yang jelas, Raja Ampat adalah kawasan wisata. Raja Ampat terkenal bukan karena tambangnya, tetapi karena pariwisatanya," ungkap Orideko Burdam di Sorong, Papua Barat Daya, pada hari Kamis.
Menurutnya, hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk memanfaatkan potensi pariwisata yang dimiliki Raja Ampat, seperti keindahan alam dan biodiversitas laut, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dia meyakini bahwa dengan fokus pada pembangunan pariwisata, Raja Ampat diharapkan dapat menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
"Saya berharap pengembangan pariwisata dapat meningkatkan pendapatan daerah dan membuka peluang kerja bagi masyarakat Raja Ampat," harapnya.
Dia juga menyatakan bahwa polemik penolakan terhadap perusahaan tambang nikel di Raja Ampat mencerminkan komitmen masyarakat untuk menjaga ekosistem alam yang mendukung keberlangsungan pariwisata di kawasan tersebut.
Presiden Prabowo Subianto telah mengambil keputusan untuk mencabut IUP dari empat perusahaan tambang nikel di Raja Ampat dalam rapat terbatas bersama beberapa menteri pada hari Senin (9/6).
Empat IUP yang dicabut tersebut dimiliki oleh PT Anugerah Surya Pratama, PT Nurham, PT Melia Raymond Perkasa, dan PT Kawai Sejahtera.
"Saya memberikan penghargaan kepada Presiden Prabowo yang telah mendengarkan aspirasi masyarakat," ujarnya.
Meskipun keempat perusahaan tambang tersebut telah resmi ditutup, hal ini tetap menimbulkan kekecewaan bagi para pekerja dari keempat perusahaan itu, seperti PT Melia Raymond Perkasa dan PT KSM yang selama ini memperoleh manfaat dari perusahaan tambang tersebut.
Bupati Raja Ampat Orideko berkomitmen untuk melaksanakan gelar tikar adat dengan melibatkan seluruh masyarakat yang terdampak guna mencari solusi yang konkret.
"Kami telah mengunjungi Pulau Manyaifun dan mendengarkan aspirasi mereka, itulah yang akan kita diskusikan dalam kegiatan gelar tikar adat," katanya.