Iran Kepada AS: Program Nuklir Kami Ditujukan Untuk Tujuan Damai

Senin, 12 Mei 2025

    Bagikan:
Penulis: Aqeela Inara
(ANTARA/Anadolu/py)

Iran menyatakan kesiapannya untuk memberikan jaminan kepada Amerika Serikat bahwa program nuklirnya bersifat damai. Namun, fokus utama dari negosiasi antara kedua negara adalah penghapusan total sanksi ekonomi AS terhadap Teheran. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Abbas Moqtadaei, pada hari Minggu (11/5). "Kami telah menegaskan bahwa Iran berkomitmen pada kegiatan nuklir yang damai, dan kami siap memberikan jaminan yang diperlukan terkait hal tersebut. Namun, ini bukanlah bentuk kemunduran, melainkan bagian dari kebijakan makroekonomi kami," kata Moqtadaei seperti yang dilaporkan oleh kantor berita resmi Iran, SNN. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari dialog tersebut adalah pencabutan sanksi ekonomi AS terhadap Iran. Moqtadaei juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai "sensasi" yang disebarkan oleh media Barat mengenai perundingan antara Teheran dan Washington. Putaran keempat dari perundingan tidak langsung antara Iran dan AS mengenai program nuklir Iran kembali dilaksanakan di Muscat, ibu kota Oman, pada hari Minggu, setelah jeda selama dua minggu. Putaran pertama dan ketiga dari dialog tidak langsung ini sebelumnya juga diadakan di Muscat pada 12 dan 26 April, sementara putaran kedua berlangsung di Roma pada 19 April. Perundingan ini dimulai setelah Presiden AS saat itu, Donald Trump, mengirimkan surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada awal Maret. Dalam surat tersebut, Trump menawarkan kesepakatan baru terkait program nuklir Iran, tetapi juga menyampaikan ancaman penggunaan kekuatan militer jika upaya diplomatik gagal. Iran menolak dialog langsung, tetapi bersedia untuk melakukan dialog tidak langsung. Pada tahun 2015, Iran menandatangani perjanjian nuklir dengan China, Prancis, Rusia, Inggris, AS, dan Jerman, serta Uni Eropa. Perjanjian tersebut mengharuskan Iran untuk mengurangi skala program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional.

Namun, pada tahun 2018, Amerika Serikat keluar dari kesepakatan tersebut selama masa jabatan pertama Trump dan kembali menerapkan sanksi terhadap Teheran, yang mengakibatkan runtuhnya perjanjian itu. Sebagai tanggapan, Iran mengumumkan pengurangan komitmennya, termasuk mencabut batasan pada penelitian nuklir dan tingkat pengayaan uranium.

(Aqeela Inara)

Baca Juga: Kementerian Desa Fokus Pada Pemberdayaan Perempuan Melalui Program TEKAD Di Indonesia Timur
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.