Karantina Mendukung Distribusi Ikan Botia Jambi Ke Berbagai Wilayah

Kamis, 20 Februari 2025

    Bagikan:
Penulis: Aqeela Inara
(ANTARA/Wahdi Septiawan)

Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi berperan aktif dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas perikanan di provinsi tersebut, terutama ikan Botia (Botia Macracantha) yang merupakan spesies endemik Jambi dan sangat diminati di pasar lokal maupun internasional.

Menurut data dari Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), selama tahun 2024, Karantina Jambi telah memfasilitasi pengiriman ikan Botia ke luar daerah sebanyak 60.810 ekor, seperti yang disampaikan oleh Kepala Karantina Jambi, Sudiwan Situmorang, di Jambi pada hari Rabu.

Dari total 60.810 ekor ikan Botia yang berasal dari Jambi, terdiri dari dua jenis, yaitu Green Botia sebanyak 8.929 ekor dan Botia asli sebanyak 51.881 ekor, dengan total nilai ekonomi mencapai Rp70,2 juta.

Selama dua bulan terakhir, yaitu dari Januari hingga pertengahan Februari 2025, lalu lintas ikan Botia tercatat mencapai 25.700 ekor dengan nilai ekonomi sebesar Rp29,95 juta.

Tren ini menunjukkan adanya potensi peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2024, jumlah ikan Botia yang tercatat untuk pengiriman hanya sebanyak 7.806 ekor dengan frekuensi pengiriman sebanyak 12 kali dan nilai ekonomi sebesar Rp10,15 juta.

Sudiwan menyatakan bahwa peningkatan ini menunjukkan adanya pertumbuhan dalam produksi serta memberikan kesempatan bagi pelaku usaha di sektor perikanan untuk terus memperluas pasar dan meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah.

"Ikan Botia adalah komoditas perikanan yang sangat dicari, terutama oleh pengepul di Jakarta dan Bandung, yang kemudian mengekspor ikan ini ke berbagai negara," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ikan Botia yang berasal dari perairan alami Sungai Batanghari menjalani proses pembesaran di Instalasi Karantina Ikan (IKI) yang dikelola oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jambi sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah.

Karantina memastikan bahwa setiap pengiriman ikan Botia telah memenuhi prosedur karantina untuk menjaga kesehatan ikan dan mencegah penyebaran penyakit. Ini merupakan bagian dari upaya untuk melindungi keanekaragaman hayati.

Ikan hias Clown Loach, yang lebih dikenal di kalangan pecinta ikan hias di Indonesia sebagai ikan Botia Badut, adalah salah satu ikan hias air tawar tropis yang populer digunakan sebagai penghias akuarium atau aquascape oleh para penggemarnya.

Dikenal dengan sebutan Tiger Botia, ikan yang indah ini termasuk dalam keluarga Botiidae dan genus Chromobotia.

Nama badut (Clown) diberikan karena merujuk pada kombinasi warna cerah dan pola tubuhnya yang menyerupai badut sirkus, serta sifatnya yang tampak menghibur di dalam akuarium.

(Aqeela Inara)

Baca Juga: Kementerian Desa Fokus Pada Pemberdayaan Perempuan Melalui Program TEKAD Di Indonesia Timur
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.