Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) menginformasikan bahwa desa-desa di wilayah tersebut terus berinovasi dalam upaya meningkatkan perekonomian lokal melalui pengembangan berbagai jenis usaha, mulai dari sektor pariwisata hingga pertanian.
"Usaha-usaha yang diinisiasi oleh pemerintah desa di Bintan umumnya telah menunjukkan keberhasilan, meskipun ada beberapa yang masih dalam proses dan terus didorong untuk mencapai keberhasilan," ungkap Kepala Dinas PMD Bintan, Firman Setyawan, di Tanjungpinang, pada hari Selasa.
Firman menjelaskan bahwa beberapa contoh usaha desa yang telah berkembang di Bintan meliputi desa wisata mangrove yang terletak di Desa Pengudang.
Selanjutnya, terdapat desa wisata padang pasir di Desa Busung yang mampu menarik kedatangan wisatawan antara 1.000 hingga 2.000 orang setiap harinya. Hal ini tentunya memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Di samping itu, Desa Kampung Hilir di Pulau Tambelan juga telah berhasil membangun usaha penginapan home stay untuk para wisatawan.
Usaha penginapan di Pulau Tambelan menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat, ungkapnya.
Selanjutnya, dalam sektor pertanian, Desa Sebong Pereh telah melaksanakan program ketahanan pangan melalui penanaman bibit cabai, yang telah beberapa kali dipanen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal.
Di sisi lain, di Desa Air Glubi, warga didorong untuk menanam satu pohon kelor di halaman rumah masing-masing, mengingat banyaknya manfaat yang diperoleh bagi kesehatan.
"Di Desa Kelong, telah ada pengembangan usaha ayam broiler, sementara di Desa Mapur, usaha ayam petelur telah berhasil memenuhi permintaan telur ayam lokal," jelas Firman.
Ia menambahkan bahwa pengembangan usaha di desa-desa tersebut didanai oleh anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) masing-masing. Terdapat total 36 desa di Kabupaten Bintan.
Ia juga menekankan bahwa usaha-usaha yang dikembangkan di setiap desa memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk BUMDes yang didorong untuk mengambil alih dan memasarkan produk yang dihasilkan oleh pemerintahan desa.
Banyak produk dari usaha desa yang dapat dipasarkan oleh BUMDes dengan harapan dapat memberikan dampak positif terhadap perputaran uang serta meningkatkan perekonomian di desa, ungkapnya.
Dinas PMD Bintan juga berupaya mendorong desa-desa yang belum memiliki BUMDes untuk segera membentuknya, karena BUMDes memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PADes). Mereka siap berperan sebagai fasilitator dan pembina bagi BUMDes.
BUMDes dikelola sepenuhnya oleh masyarakat, dengan mekanisme seleksi yang terbuka bagi semua warga. Musyawarah Desa (Mudes) merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam BUMDes.