Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, menyatakan bahwa HIPMI berkomitmen untuk menghasilkan pengusaha-pengusaha baru di provinsi ini guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
"Untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen, diperlukan kolaborasi dan kerja keras dari semua pihak," ujarnya di Surabaya pada hari Rabu.
Ahmad mengungkapkan bahwa sebanyak 200 pengurus BPD HIPMI Jawa Timur untuk periode 2025-2028 yang dipimpinnya akan didorong untuk mendukung seluruh program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk dalam upaya mencetak pengusaha-pengusaha baru.
Ia menegaskan bahwa HIPMI Jatim bertekad untuk melahirkan pengusaha-pengusaha di Jawa Timur agar dapat berperan aktif dan bekerja sama dalam menciptakan lapangan pekerjaan, yang pada gilirannya akan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Ini adalah semangat kita untuk bersama-sama berkontribusi dalam menciptakan kondisi ekonomi yang stabil di Jawa Timur," tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya akan membangun konsolidasi organisasi serta program kerja yang konkret, yang akan memberikan dampak positif bagi para pengusaha muda dan masyarakat di Jawa Timur.
Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Bukhori, mengingatkan agar pengurus yang baru dilantik dapat memanfaatkan kesempatan untuk menerjemahkan program-program pemerintah pusat yang relevan dengan pemerintah daerah.
Lebih lanjut, terdapat beberapa program prioritas pemerintah, seperti program ketahanan energi dan ketahanan pangan, di mana Jawa Timur berperan sebagai lumbung pertanian, sehingga memiliki potensi besar untuk menciptakan pengusaha baru.