Pidie Jaya – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaksanakan operasi tanggap darurat berskala besar di Provinsi Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor. Hingga 26 Desember 2025, sebanyak 811 personel dan 727 unit alat berat serta alat pendukung telah dikerahkan untuk mempercepat pemulihan, dengan salah satu sasaran utama adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya.
Menteri PU Dody Hanggodo mengawasi langsung pengelolaan sumber daya yang masif ini. Ia menegaskan bahwa pengaturan personel dan alat yang tepat sasaran, khususnya untuk fasilitas penting seperti rumah sakit, adalah kunci efektivitas penanganan darurat dan awal dari proses pemulihan jangka panjang.
Di RSUD Pidie Jaya, puluhan personel dan sejumlah unit alat berat dikerahkan khusus untuk menangani pembersihan material lumpur. Excavator digunakan untuk mengangkat timbunan lumpur tebal, dump truck mengangkut material ke tempat pembuangan, sementara wheel loader membersihkan area yang lebih luas. Operasi ini menunjukkan pemanfaatan alat berat untuk pekerjaan spesifik.
Baca Juga: Tiga Koridor Utara Sumut Jadi Fokus Perbaikan Intensif Hadapi Nataru
Selain tenaga dan alat berat, Kementerian PU juga mendistribusikan sarana penunjang operasional dalam jumlah besar. Bantuan yang disalurkan mencakup mobil tangki air, toilet portable, dan peralatan sanitasi yang dibutuhkan oleh fasilitas kesehatan dan lokasi pengungsian di seluruh wilayah terdampak.
Jumlah personel yang mencapai 811 orang menunjukkan kapasitas mobilisasi nasional yang dimiliki Kementerian PU. Personel ini tersebar di berbagai titik bencana, menangani tidak hanya pembersihan bangunan tetapi juga perbaikan jalan, jembatan, dan saluran air untuk mengembalikan konektivitas dan akses.
Kekuatan 727 unit alat berat, termasuk armada besar dump truck dan excavator, menjadi tulang punggung operasi fisik. Kemampuan alat-alat ini menangani volume material yang sangat besar dalam waktu relatif singkat adalah faktor penentu dalam mempercepat pemulihan fungsi-fungsi kota dan pelayanan publik.
Distribusi sarana seperti IPA Mobile dan mobil vakum tinja juga merupakan bagian dari logistik berskala besar. Mobil-mobil khusus ini dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih dan pengelolaan limbah, yang sering menjadi masalah krusial pada minggu-minggu pertama pascabencana.
Operasi berskala besar dengan fokus pada RSUD Pidie Jaya ini merefleksikan pendekatan pemerintah yang tidak setengah-setengah dalam penanganan darurat. Dengan mengerahkan segala sumber daya yang ada, pemerintah mengirim pesan jelas tentang komitmennya untuk segera mengangkat beban masyarakat terdampak dan memulai proses pembangunan kembali.