Microsoft, perusahaan teknologi, telah meningkatkan harga konsol Xbox Series X dan Series S, serta permainan dan aksesori terkait. Menurut laporan dari Engadget pada Kamis (1/5), harga Xbox Series S kini mulai dari 380 dolar AS (Rp6,2 juta), meningkat dari harga sebelumnya yang sebesar 300 dolar AS (Rp4,9 juta). Sementara itu, Xbox Series X dipasarkan dengan harga 550 dolar AS (Rp9 juta), naik dari 450 dolar AS (Rp7,3 juta), dan harga untuk varian 1TB Xbox Series S juga mengalami kenaikan dari 350 dolar AS (Rp5,7 juta) menjadi 430 dolar AS (Rp7 juta). Harga untuk Xbox Series X dengan drive disk kini mencapai 600 dolar AS atau sekitar Rp9,8 juta, sedangkan Xbox Series X 2TB Galaxy Black Special Edition mengalami kenaikan harga menjadi 730 dolar AS atau sekitar Rp11,9 juta. Beberapa permainan eksklusif terbaru dari Microsoft akan diluncurkan dengan harga 80 dolar AS atau sekitar Rp1,3 juta pada musim liburan ini. Namun, permainan yang dibeli melalui Xbox Store mendukung fitur Play Anywhere dari Microsoft, yang memungkinkan pengguna untuk memainkannya di PC tanpa biaya tambahan.
Selain konsol dan permainan, harga aksesoris seperti kontroler juga mengalami kenaikan. Kontroler standar kini dijual dengan harga 65 dolar AS (Rp1,06 juta). Kenaikan harga ini juga terjadi di Eropa, Inggris, Australia, dan banyak negara lainnya. "Kami menyadari bahwa perubahan ini merupakan tantangan dan diambil setelah mempertimbangkan dengan seksama kondisi pasar serta meningkatnya biaya pengembangan," ungkap Microsoft. Perusahaan tersebut juga menegaskan akan terus berupaya untuk menyediakan lebih banyak cara bermain di berbagai layar dan menjaga nilai bagi para pemain Xbox. Tindakan Microsoft ini tergolong tidak biasa, karena secara historis produsen konsol biasanya menurunkan harga di tengah masa edar produk. Sebagai contoh, Sony mengurangi harga PlayStation 2 dari 299 dolar AS (Rp4,9 juta) menjadi 199 dolar AS (Rp3,2 juta) pada tahun 2002, yang berkontribusi pada kesuksesan besar PS2. Sebaliknya, kebijakan Microsoft untuk menaikkan harga Xbox Series X/S hampir lima tahun setelah peluncuran dianggap berisiko menghambat momentum penjualannya.