Teknologi Rumah Cerdas Dan Berkelanjutan Dipamerkan Di Megabuild Indonesia 2025

Sabtu, 19 April 2025

    Bagikan:
Penulis: Zidan Fakhri

Teknologi rumah pintar, hunian berkonsep ramah lingkungan, serta material bangunan yang berkelanjutan akan diperkenalkan dalam acara Megabuild Indonesia 2025 yang akan berlangsung di JCC Senayan, Jakarta, pada tanggal 24 hingga 27 April 2025.

Pameran arsitektur dan konstruksi ini mengusung tema "Inovasi untuk Masa Depan Berkelanjutan" dan bertujuan untuk memberikan inspirasi serta solusi bagi hunian di masa depan.

Royanto Handaya, Presiden Direktur PT Panorama Media, dalam konferensi pers Megabuild Indonesia 2025 di Jakarta pada Kamis (17/4/2025), menyatakan bahwa industri bahan bangunan di Indonesia kini mengikuti tren global yang semakin banyak mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan.

Industri ini juga sangat dinamis, terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Ia menambahkan bahwa penyediaan bahan bangunan yang ramah lingkungan sejalan dengan upaya mitigasi perubahan iklim dan peningkatan suhu global.

Sebagai informasi, industri konstruksi berkontribusi sekitar 3.696 konsumsi energi global dan 4.096 emisi karbon global.

Royanto juga menekankan pentingnya program pemerintah untuk membangun 3 juta rumah, yang harus didukung oleh keadilan akses bagi masyarakat serta insentif untuk bahan bangunan hijau.

"Oleh karena itu, penyelenggaraan Megabuild Indonesia tahun ini diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut dan mendorong solusi yang lebih cerdas dan berkelanjutan," ungkap Royanto Handaya.

Acara ini diikuti oleh sekitar 500 peserta pameran, yang terdiri dari pelaku industri bahan bangunan lokal dan internasional.

Di antara peserta tersebut terdapat Germany Brilliant, Bardi, Seyven, Inti Solar, Fortress, WD40, Enchanting, Rooftop Duma, serta Onna dan Kenari Djaja, yang akan menampilkan teknologi pintar, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan.

Tahun ini, pihak penyelenggara bekerja sama dengan Chop Value dan Daur Baur untuk menampilkan showcase yang menginspirasi produk daur ulang. Contohnya adalah furnitur yang dibuat dari sumpit kayu bekas dan dekorasi yang terbuat dari gelas kopi plastik yang diolah menjadi karya seni kreatif.

Acara ini juga akan menampilkan Green Haven, sebuah instalasi rumah masa depan yang menggunakan bahan Cross-Laminated Timber (CLT) yang ramah lingkungan. Instalasi ini dikurasi oleh Dr. Sidhi Wiguna Teh dan didukung oleh teknologi smart home dari Bardi serta material ramah lingkungan dari Duma, Pureve, dan Onda. Selain itu, terdapat eksplorasi dalam bentuk digital 3D melalui platform Virtual Proptech.

Pameran ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai asosiasi, termasuk Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta.

Ketua HDII Pusat, Adi Surya Triwibowo, menyatakan bahwa desain tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga mencakup tanggung jawab terhadap lingkungan dan kesehatan ruang hidup.

Acara ini direncanakan akan dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.

(Zidan Fakhri)

Baca Juga: Dampak Global Tantangan Elon Musk: Grok AI Vs Pro Player LoL
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.